Tampilkan postingan dengan label Ukhuwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ukhuwah. Tampilkan semua postingan

02 Desember, 2008

Untukmu Saudariku...

Ukhtifillah...Ada banyak alasan yang berdiri di belakang kita,mengelus kepala kita dengan penuh sayang, menepuk pundak kita dengan penuh harap, membisikkan kata hikmah dengan penuh yakin agar dengan segala ikhlas kita tetap ada di jalan ini, Fisabilillah.Ukhtifillah..Jika setiap pilihan hidup begitu akrab dengan resiko, maka jalan dakwah ini pun lebih akrab lagi dengan resiko. Maka tak layak bagi daiyah seperti kita menganggap sepi resiko itu dan lebih tak layak lagi jika kita tak mau tau resiko itu ada. Resiko di jalan dakwah itu mengingatkan kita akan tuntutan ukhuwah yang benar-benar harus berpegang pada tali Allah. Tapi sadarkah ukhti... bahwa ukhuwah pun kini telah beresiko? Ada banyak cara untuk buktikah ukhuwah kita kepada ikhwan dan akhwat fillah, namun tak semua cara benar mewakili itikad kita. Ada banyak celah yang bisa membuat kita begitu dekat, namun celah itu kadang menjebak kita untuk "tak sekedar dekat".Ukhtifillah diseberang posisi kita sebagai akhwat, ada posisi yang senantiasa mendamba visual khadijah, aisyah, fatimah dalam jamaah ini. Bukan suara perintah, tapi refleksi kerinduan mereka akan nuansa kehidupan muslimah surgawi hasil tarbiyah Rasulullah. Muslimah yang begitu khusyuk menggapai nikmat ibadah, Muslimah yang begitu millitan berjuang demi izzah islam, Muslimah yang begitu anggun menyandang gelar kemuslimahannya, Muslimah yang begitu sabar menghargai saudaranya, Muslimah yang begitu cerdas memelihara hijabnya. Ukhtifillah,setiap ukhuwah butuh Ta'awun, saling membantu untuk mengejar status muslim dan muslimah kaffah. Maka bantulah mereka agar sukses ber-Gadlul Bashar, bantu mereka agar selamat menata hatinya, bantu mereka agar gemilang memelihara hijabnya, Sebab "muslimah terbaik adalah yang memelihara hijabnya dan muslimah yang bermanfaat bagi saudaranya...".

05 November, 2008

Persaudaraan antara Ana, Antum dan Kaum Muslimin

Bila suatu ketika kau berkesempatan menatap pelangi, nikmatilah dengan rasa syukur penuh. Matahari telah menyediakan warna-warni itu sejak lama, setiap saat. Tetapi hujanlah yang memperlihatkannya pada kita. Terbayangkankah jika sebuah planet bening tiba-tiba hadir diantara surga dan buana? Apakah sang mentari akan menunjukkan wajah warna-warni? tetapi tidak, yang indah justru pelangi itu….
Tentang warna-warni itu? Ya, Islam tidak menghapus karakter-karakter khas dari pribadi pemeluknya yang tidak bertentangan derngan aqidah, tetapi Islam justru membingkainya dalam satu kata indah nan bermakna yaitu “ Ukhuwah”.
Kita ini sangat berbeda dengan seluruh ummat yang lain. Sebab kita tidak disatukan di atas kecintaan terhadap tanah air. Jadi kebangsaan bukanlah yang menyatukan kita semua. Karena tanah air kita adalah seluruh negeri kaum muslimin. Di negeri mana saja nama Alloh disebut, maka ia menjadi tanah air setiap kaum muslimin. Demikian juga, kita tidak disatukan di atas ikatan darah, karena ikatan darah hanyalah seruan yang ada di bumi dan sama sekali tidak pernah diturunkan oleh Allah dalam kitab-Nya.
Kita juga tidak disatukan di atas kesamaan bahasa, karena bahasa itu bermacam-macam. Akan tetapi, Kita semua bersatu di atas aqidah, dan prinsip yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu “la ilaha illalloh muhammadurrosululloh”. Prinsip agung ini yang menjadikan kita saling bersaudara dan bersatu padu setelah sebelumnya berpecah-belah dan bercerai-berai.
Meskipun diapakan saja orang yang menjalin persaudaraan
Namun, siang dan malam kami tetap hidup dalam persaudaraan
Meskipun berbeda-beda air yang turun dari awan,
Namun, air kami tetap segar yang turun dari satu awan
Atau meskipun nasab kami berlainan
Namun agamalah yang menyetukan kita,
Laksana orang tua jika diibaratkan….
Setiap kali muncul rasa ketidaksukaan, atau terjadi sikap saling mengucilkan, maka alhamdulillah kita segera mengembalikan kepada ajaran agama kita, lalu kita teringat bahwa kita sama-sama mengerjakan sholat lima waktu, menghadap ke satu kiblat, mengikuti satu rosul, beribadah kepada satu Robb, serta memiliki satu kitab dan satu sunnah. Perselisihan yang kadang terjadi diantara sesama kekasih itu tidak boleh merusak cinta dan tidak boleh mengubah apa yang ada di dalam hati sanubari kita.
Bisa jadi kita membenci sesuatu yang sebenarnya didalamnya terdapat banyak sekali kebaikan. Demikian pula, bisa jadi kita mencintai sesuatu yang sebenarnya di dalamnya terdapat banyak sekali keburukan
Hanya Allah yang memilki hikmah yang sempurna.
Janganlah mengatur urusan yang menguntungkan dirimu saja
Karena orang yang suka mengatur seperti itu justru binasa
Ridholah pada Alloh sebagai hakim yang bijaksana
Itulah yang terbaik bagi kita semua
Maka janganlah engkau membenci sedikitpun dari apa yang telah menjadi ketetapan Alloh. Karena betapa sering sesuatu yang tampak merugikan itu justru mendatangkan banyak manfaat. Kadang kita berharap pada Alloh diberikan setangkai bunga mawar yang indah lalu Alloh memberi kaktus berduri. Kadang kita meminta kepada Alloh seekor kupu-kupu yang cantik, tapi kemudian Alloh memberi kita seekor ulat bulu. Bisakah kita menangkap hikmah dari semua itu? dibanding mawar yang tampak cantik dari luar, kaktus jauh lebih indah karena ia mampu tumbuh di tengah padang pasir yang gersang, lambang keistiqomahan yang tinggi. sudahkah kita memikirkan itu? Seekor ulat bulu yang Alloh berikan, ketika kita sabar mengikuti perkembangannya, seiring waktu ia akan berubah menjadi kepompong, lalu dengan perjuangan akan menjelma menjadi kupu-kupu nan elok. Mampukah kita mengambil pelajaran dari semua itu? Alloh ternyata tidak selamanya memberi sesuai dengan keinginan kita, tapi Alloh lebih memilih memberi sesuai dengan keperluan kita.
Terkadang sisi keegoisan kita muncul. Terkadang terjadi hal-hal yang mengandung kemaslahatan luar biasa yang tidak mampu di tangkap oleh akal manusia, perencanaan dan tindakan kita. Diantara hal ini ada yang menjadi kekuatan bagi manusia, penjagaan, penghapus dosa dan peningkatan derajat kita. Namun kita kadang menyangka bahwa hal itu merupakan musibah, pukulan dan bencana. Hanya bagi Alloh hikmah yang sempurna.
Diantara kita dengan orang lain tidak akan ada pertengkaran karena sebab-sebab keduniaan, juga bukan demi diri kita sendiri. Setiap kita harus berusaha mencari kemaslahatan bagi agama ini, juga demi kemaslahatan ummat dan negeri ini. Kita harus berusaha menyatukan barisan, menghilangkan perpecahan, dan menghindarkan fitnah dari ummat ini, sehingga ummat ini senantiasa berada di bawah naungan Alloh swt.
Wallahualam bissawab
Makassar, 14 November 2008
Sebirulangit