22 April, 2009

Ada Apa Dengan Kita?

Saudaraku, saat mobil mewah yang mulus dan mewah kita tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehikangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barabg kebangaan tersebut. Saat orang mengambul secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi saudaraku, Tak sedikitpun keresahan dalam hati kita saat melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski seringkali melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infaq dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski sekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. saudaraku, ada apa dengan kita?

saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan segera keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek dan bolong dan menggantinya dengan yang baru.

Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kita pun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, Ada apa dengan kita?
Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita orang terpandang. kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.

Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasehat orang, begitu sering kita tidak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar di telinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang maha menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu Baginda Rasulullah mau mengenali kita atau tidak di padang Masyhar nanti. Kita juga tak peduli diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.

Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, Ada apa dengan kita? Wallahu a'lam bishshowaab...